
baca98.blogspot.com - قَلَ رسول الله صلّى اللهُ عليه وسلّم
اللّهمّ فَأَ يُمَا مُْؤْمِنٍ سَبَبْتُهُ فَاجْعَلْ ذَلِكَ لَهُ قُرْبَةً اِلَيْكَ يَوْمَ الْقِيَا مَةِ
( صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah SAW: Allah, maka siapapun orang yg beriman yg pernah aku mencelanya, maka jadikanlah hal itu baginya kedekatan pada-Mu di hari kiamat (shahih bukhori)
Diriwayatkan bahwa adanya hadits ni bukan berarti Rasul pernah mencela orang lain, ni yg perlu digaris bawahi. Karena Rasul itu orang yg mulia akhlaknya. Hadits ni menggambarkan betapa indahnya Islam dan betapa indahnya akhlak Rasul, memuliakan orang yg di hina dan mendo`akannya unuk mendapatkan tempat yg mulia di hari kiamat nanti. Adanya hadits ni bukan berarti kita dibolehkan menghina orang lain, justru sebaliknya Islam sangat melarang untk menghina orang.
Menghina, membicarakan aib orang itu sama saja. Pernah diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Seandainya diperlihatkan aib seseorang niscaya orang tersebut akan menangis dan sibuuk menutupi aibnya daripada memikirkan aib orang lain. Bisa dibayangkan malunya kita, dan sangat berdosanya kita jika kejelakkan kita di perlihatkan, mau di taruh dimana muka ini? kalau kita sibuk membicarakn orang lain. sedang jelas-jelas aib kita dibuka sangat lebar?
Orang yg mencela biasanya adlh orang yg menganggap dirinya mempunyai kelebihan atas orang yg di cela, padahal boleh jadi orang yg di cela lebih baik dari yg mereka cela.
Hai orang-orang yg beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yg lain, boleh jadi yg ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yg direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dgn gelaran yg mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adlh (panggilan) yg buruk sesudah iman dan barangsiapa yg tak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yg zalim. (Q.S. Al Hujuraat :11).
Islam tak pernah mengajarkan ummatnya untk menghina. Tapi bila ada umat-umat muhammad yg suka menghina, itu bukanlah perintah dari agamanya tapi adlh atas kemauannya sendiri. Menghina tak akan membuat orang lain respect kepadanya tetapi justru akan dijauhi oleh orang lain.
عن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال : لم يكن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ سبّاباً ، ولا فحشاً ، ولا لعّاناً . وكان يقول لأحدنا عند المعتبة : ماله ترب جبينه ? رواه البخاري
Imam Bukhari meriwayatkan Dari Anas bin Malik ra berkata, Sesungguhnya orang yg paling baik dari kalian adlh yg paling baik akhlaknya. Dari hadits ni bisa kita lihat kesaksian para sahabat tentang sikap rasul yg sebenarnya.
Inilah pesan penting yg dibawa oleh Rasul tapi sering terlupakan hingga menganggap remeh ucapan-ucapan kasar yg keluar dari lidahnya. Tirulah rasul yg selalu berwajah cerah ketika berhadapan dgn orang yg salah maupun orang yg benar.
Aisyah bertanya: Ya Rasulullah, Ketika Engkau melihat orang itu Engkau katakan kepadanya, begini-begini, kemudian Engkau berwajah cerah di hadapannya, dan Engkau lapangkan baginya. Rasulullah saw menjawab: Ya Aisyah, kapan kamu melihatku berkata kotor? Sesungguhnya manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah adlh orang yg ditinggalkan manusia lain karena takut keburukannya.
Seperti bunyi hadits di atas, orang Muslim yg mendapat celaan akan mendapatkan tempat yg mulia di sisi Allah, maka sebaliknya bagi orang yg mencela balasannya adlh derajatnya di rendahkan di sisi Allah. Semoga kita bukan termasuk di dalamnya.
Istana Assegaf
terima kasih tekah diingatkan
ReplyDelete