This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

Merancanag Masa Depan - Mobile

Merancanag Masa Depan
baca98.blogspot.com - Prinsif orang bijak adlh berusaha menjadikan kejadian masa silam sebagai pelajaran berharga untk masa yg akan datang. Apakah peristiwa yg dialaminya itu baik-buruknya perencanaan dan tata kerja di masa sebelumnya. Dan, bagi tiap orang yg beriman tiada hari yg bernama kegagalan. Setiap hari yg di laluinya selalu bernilai keberhasilan. Kenapa? Karena bila mendapat musibah, ia selalu bersabar. Sebaiknya, bila mendapat nikmat ia selalu bersyukur. Dari sini, mereka berusaha keras mencari akar masalah suatu peristiwa, bukan sekedar melihat gejala yg mengemuka.
Allah swt, berfirman dlm surah al-Hasyr, ayat 18 yg berbunyi, Wahai orang-orang yg beriman! Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah. Dan seharusnya tiap diri memandang masa depan dari pelajaran masa silam. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yg kamu lakukan. Ini artinya bagi hamba Allah yg beriman selalu memetik pelajaran dari tiap peristiwa. Mereka yakin bahwa tiap takdir yg terjadi adlh yg terbaik baginya. Bila gagal menurut kebanyakan orang, ia berusaha membaca kelemahan diri. Bila sukses ia mawas diri, jangan sampai melupakan nikmat. Apalagi sampai takabur dan melakukanmaksiat. Hari-harinya terisi dgn perencanaan yg berlandaskan takwa kepada Allah. Berkaitan dgn perencanaan ke depan ini, Islam sendiri mengenal tiga keadilan, yakni beruntung, merugi dan terlaknat. Setiap mukmin berusaha untk meraih sukses dan menghindari kerugian, apalagi laknat Allah. Hadits riwayat Imam Al-Hakim menyebutkan tiga keadaan tersebut dgn membandingkan posisi perjalanan hidup. Barang siapa yg hari ni lebih baik daripada hari yg silam, ia termasuk orang yg beruntung. Apabila keadaan hari ni sama dgn hari yg silam, ia merugi. Dan apabila hari inilebih buruk dari pd hari yg silam, ia terlaknat.

MEMBACA DIRI DAN UMAT
Sejatinya, diri keimanan dan ketakwaan kita itu benar, pasti Allah akan menjadikan kita sebagai pribadi, keluarga dan bangsa yg sukses dan terhormat. Bayangkanlah Indonesia. Sebagai sebuah negeri yg berpenduduk mayoritas muslim (kira-kira 200 juta lebih / 85% dari seluruh penduduknya adalam umat Islam), kita merupakan aset yg bernilai demi mencapai tujuan di atas. Jika di asumsikan mutu iman dan takwa mereka berbobot, maka jangankan keberkahan (makmur, adil, dan sejahtera) ada pd mereka, kawasan benua Asia lainnyapun dpt merasakannya. Hal ni sangat beralasan, sebab selain mereka mendapat kejujuran dan amanah yg tak diragukan, sumber daya alamnya jg yg termasuk yg terkaya di seantero bumi. Perkara ni pun telah diakui masyarakat dunia. Bahkan, bila ingin membandingkan peta wilayah negeri yg terletak di katulistiwa ni dgn negeri-negeri lain di dunia, negeri ni di tempatkan Allah sebagai negeri tercantik dgn hamparan ribuan pulau di tengah-tengah lautan nan luas. Selain itu, iklimnyapun nyaman dan bersahabat. Subhanallah.
Tapi kenyataan yg terjadi malah sebaliknya, yakni Indonesia tergolong negara yg tertinggal di kawasan Asia dan Dunia. Kemakmuran dan kesejahteraan melimpah hanya di nikmati segelintir orang, seperti para penguasa dan pengusaha bermasalah. Sementara, rakyat umum hidup di bawah garis kemiskinan. Sangatlah ganjil bila mayoritas rakyat Indonesia hidup sengsara, padahal kekayaan alamnya melimpah. Apa yg terjadi? Renungkan firman Allah berikut : Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti kami anugerahkan kepadanya berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakannya, maka kami siksa mereka lantaran usaha yg mereka lakukan.
Allah menegur suatu bangsa lantaran mereka melupakan nikmatnya. Renungkan teguran Allah dlm surah Al-hasyr, ayat 19-20, Dan janganlah kamu menjadi orang-orang yg melupakan Allah. Lantaran itu, Allahpun melupakan mereka. Itulah orang-orang fasik. Tak sama ahli syurga dgn ahli neraka. Ahli surga ialah orang-orang yg beruntung.(Novi Septianai/rdk).

other source : http://menurutberita.blogspot.com, http://merdeka.com, http://tempo.co

0 Response to "Merancanag Masa Depan - Mobile"

Post a Comment

Contact

Name

Email *

Message *